MELURUSKAN MITOS SEPUTAR MAKANAN

Benarkah orang yang sedang diet tidak boleh mengkonsumsi buah alpokat? Atau penderita asam urat tidak boleh makan sayur bayam? Banyak mitos seputar makanan yang berkembang di tengah masyarakat, yang turun temurun diyakini sebagai yang benar. Sebenarnya mitos terjadi akibat kesimpulan keliru dari suatu kejadian (pengalaman empiris) yang di generalisasi, dan dipercaya untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan.

Sebagian mitos ada yang masuk akal dan memang terbukti benar, namun tidak sedikit yang di yakini sebagian besar masyarakat dengan persepsi yang sangat keliru. Akibatnya kita cenderung menjauhi makanan yang jika di konsumsi dengan benar, khasiatnya justru akan lebih besar di banding tidak mengkonsumsinya sama sekali.

Mari kita bahas makanan-makanan tersebutūüôā

1.       Alpokat

Mitos    : Tiinggi Lemak, menyebabkan kegemukan

                              Menghaluskan kuli

Faktanya, alpokat memang tinggi kadar lemaknya, tetapi lemak yang dominan pada alpokat adalah lemak tak jenuh tunggal, lemak ini aman dan sehat dikonsumsi dalam bentuk aslinya. Alpokat juga mengandung biotin, asam folat, magnesium, dan seng. Zat-zat ini mambantu mengendalikan lemak dan kolesterol jahat dalam darah.

Meskipun tak jenuh, lemak tetap lemak. Lemak cenderung memperlambat proses pencernaan makanan. Alpokat memerlukan proses pencernaan selama 2 jam, pencernaan akan semakin lama jika alpokat dikonsumsi dengan susu. Dan jika alpokat dikonsumsi dengan gula, maka alpokat akan membusuk di perut, karena gula hanya memerlukan pencernaan kurang dari 1 jam. Gula yang tertahan lama di perut akan berfermentasi menyebabkan makanan lain menjadi asam dan membusuk. Oleh karena itu, makan alpokat cukup 1 buah sehari, jangan dicampur gula dan susu, apalagi susu kental manis.

Alpokat sehat untuk kulit karena vitamin C, vitamin E, dan sejumlah mineral lain yang diperlukan oleh kulit. Vitamin C dan vitamin E merupakan antioksidan yang menjaga sel-sel dan jaringan dari pengaruh radikal bebas. Juga berperan dalam pembentukan kolagen, jaringan yang menyangga kulit agar kencang dan elastis.

2.       Bayam

Mitos    : Menyebabkan kelebihan zat besi,

                              Menyebabkan penyakit asam urat, dan

                             Menyebabkan terjadinya batu ginjal/empedu

Bertentangan dengan mitos populer selama ini, ternyata bayam bukan sumber zat besi paling tinggi. Bayam memang mengandung asam oksalat yang secara kimiawi dapat menghambat penyerapan kalsium dan zat besi. Tetapi itu pun bukan penyebab utama terjadinya penumpukan asam urat dan zat besi maupun pembentukan batu dalam ginjal atau empedu. Justru protein dan lemak hewani dan juga bahan tambahan (adiktif) pada makanan industri yang merupakan sumber utama penyakit-penyakit tersebut. Bayam baru akan menimbulkan masalah jika dikonsumsi secara berlebihan, terus menerus dan dalam jangka waktu yang lama. Apalagi jika dimasak dan dipanaskan berkali kali. Pemanasan akan menghilangkan atau menghancurkan zat-zat penting, yang secara alamiah berfungsi untuk melindungi dan menetralisir zat-zat toksin yang ada pada bayam.

Seperti pada umumnya sayuran daun hijau tua, bayam juga kaya akan zazat potensial penangkal kanker, antara lain lutein pigmen karetenoid (zat semacam klorofil) yang mempunyai efek antioksidan. Bayam juga mempunyai kadar asam folat yang tinggi yang penting bagi pertumbuhan janin dalam kandungan (mencegah terjadinya spina bifida-kelainan pertumbuhan tulang belakang). Selain itu, bayam juga tinggi kadar kaliumnya, mineral yang mencegah hipertensi, anemia dan konstipasi. Penyerapan zat besi akan lebih baik, jika bayam dikonsumsi bersama makanan yang mengandung vitamin C, misalnya tomat.

3.       Daging

Mitos    : Makanan paling utama dan bergizi tinggi

                             Vital bagi pertumbuhan sehingga harus banyak di konsumsi anak-anak

Daging. Termasuk daging sapi, daging ayam, daging ikan, dll adalah sumber protein atau asam amino yang paling baik. Meski protein vital bagi tubuh, bukan berarti daging harus dijadikan primadona dalam menu makanan sehari-hari. Makan daging melebihi kebutuhan menyebabkan gangguan pada keseimbangan asam basa tubuh, yaitu asidosis (pH tubuh terlau asam sehingga darah dan jaringan organ-organ dalam tubuh terganggu). Antara lain menurunnya kekebalan tubuh.

Keasamantinggi dalam tubuh akibat kelebihan protein dalam tubuh juga menyebabkan sebagian kalsium dalam tubuh musnah. Padahal kalsium dibutuhkan untuk menyokong oembentukan tulang dan gigi, terutama dalam masa pertumbuhan.

4.       Jeruk Nipis, Limau, dan Lemon

Mitos       :  Keasaman yang tinggi menyebabkan penyakit maag jika di konsumsi dalam keadaan  perut kosong,  

                                Dapat melangsingkan tubuh, dan

                               Menyembuhkan penyakit batu empedu/ginjal

Kelompok buah citrus ini terkenal denga  vitamin C, nutrient penting yang bersama dengan vitamin A dan kalsium membantu meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga kesehatan gusi dan gigi, melancarkan sirkulasi darah dan membuat mata dan kulit tampak jernih dan cemerlang.

Jeruk nipis, lemmon, atau limau dapat membantu penyembuhan penyakit batu empedu, batu ginjal, rematik bahkan kanker hati karena terkandung sejenis minyak atsiri (limonen) yang mampu melarutkan toksin dari hati dan ginjal. Minyak ini juga berkhasiat menghaluskan dan membersihkan kulit dari radikal bebas. Gunakan pada jari-jari kaki dan tangan agar kulit disekitar kuku tetap lembab dan lembut. Gunakan juga sebagai tonik bagi kulit kepala untuk mencegah timbulnya ketombe.

 

  1. 5.       Kangkung

Mitos    : Menyebabkan Kantuk

Kangkung adalah sayur kesukaan masyarakat cina sejak 300 SM dengan nama kang kong. Sayr ini kaya dengan zat besi dan klorofil seperti bayam. Selain itu juga ada mineral, kalsium, dan fosfor, vit A dan C. kangkung juga sering di sebut bayam air karena memiliki khasiat tonikum alami yang mendinginkan/menyegarkan tubuh.

Kangkung mengandung senyawa sitosterol yang kebetulan bekerja sebagai penenang untuk mengatasi masalah susah tidur. Untuk membuat langsung mengantuk perlu mengkonsumsi kangkung dalam porsi cukup besar atau dijus.

6.       Mentimun

Mitos    : Makanan Tidak bergizi, dan

                             Menyebabkan produksi lendar berlebihan pada vagina (keputihan)

Mentimun adalah buah dari tanaman menjalar yang tinggi kandungan airnya sejenis dengan semangka, melon, pare, dan labu. Mentimun memiliki kadar kalori rendah dan sering dikategorikan makanan tidak bergizi, namun tinggi vitamin E (terutama pada biji-bijinya) dan tinggi iodin. Vitamin E membantu memperlancar sirkulasi darah, menjaga kesehatan sel-sel, menguatkan dinding pembuluh darah rambut dan menyembuhkan jaringan kulit yang rusak.

Sedangkan iodin adalah mineral insensial bagi fungsi kelenjar tiroid (kelenjar yang berkatan dengan kesehatan rambut, kuku, kulit, dan gigi. Mentimun juga dapat membantu menurunkan berat badan karena iodin berfungsi dalam proses metabolisme tubuh.

Adanya mitos mentimun menimbulkan masalah produksi lendir berlebihan pada vagina‚ÄĚbecek‚Äô mingkin berkaitan dengan banyanknya kandungan air pada mentimun. Sebaliknya ada data yang menunjukan bahwa mentimun justru dapat membantu meningkatkan gaorah seksual (libido). Hal ini bisa, karena mentimun juga mengandung fosfor, kalsium, dan magnesium yaitu unsur-unsur gizi yang berkaitan langsung dengan hormon seks. Sedangkan lendir berlebihan pada vagina bisa jadi adalah lendir yang mengandung bakteri atau jamur candida, akibat pemakaian antibiotik yang berlebihan, konsumsi gula dan karbohidrat olahan yang berlebihan, stress, dsb.

7.       Nanas

Mitos    : Menyebabkan keputihan juga produksi lendir berlebihan pada vagina

                            Menyebabkan keguguran pada wanita hamil dan rahim kering

                            Menyababkan alergi (gatal-gatal)

 Meski tidak banyak jenis zat gizinya, nanas mengandung kadar vitamin A dan vitamin C yang tinggi. Satu porsi nanas (80 gram) sudah dapat memenuhi kebutuhan vit C anda sekitar 25% dalam sehari. Vit C dan A bekerjasama sebagai antioksidan, baik di dalam tubuh maupun pada kulit. Karena itu nanas juga baik digunakan sebagai bahan melulur kulit agar kulit bersih dan cemerlang.

Nanas kaya akan mineral pangan, yaitu mineral yang berperan dalam pembentukan neurotransmitter yang memproses daya ingat, merangsang aktivitas kelenjar yang memproduksi ASI dan mengatur menstruasi. Bersama dengan magnesium, vit B1 dan vit B2, mangan membatu aktivitas syaraf otak.

Pada nanas banyak mengandung enzim bromelin yang ampuh mencerna protein, sehingga sering diresepkan (dalam bentuk suplemen) bagi mereka yang tubuhnya sulit mencerna protein. Mitos tentang nanas yang dapat menyebabkan keguguran bisa jadi karena ampuhnya reaksi enzim ini yang di khawatirkan dapat mengganggu pertumbuhan janin dalam kandungan, meskipun belum ada bukti ilmiahnya. Demikian juga mitos dengan nanas yang menyebabkan keputihan. Biasanya suatu makanan baru akan menimbulkan masalah bila di konsumsi dalam porsi berlebihan. Atau dikonsumsi dengan makanan yang tidak serasi.

Sumber referensi:

Simalango, Agus. 2008. Sehat dengan Makanan dan Tumbuhan. Bandung : HIPA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s