Curug Malela : Little Niagara di pelosok Jawa Barat yang membuat banyak Istigfarrrrrrr ~

Assalamualaikum ..

Setelah kemarin sempet nulis mengenai curug Citambur, sekarang saya akan membahas sedikit mengenai Curug Malela.

Jujur, Curug ini curug terindah sepanjang saya jalan-jalan observasi tentang keindahan curug .haha Karena curug ini mirip seperti Niagara Mini.

Curug Malela memiliki ketinggian sekitar 50 meter dengan lebar sekitar 70 meter. Lokasi Curug berada di Bandung Barat, atau lebih tepatnya berada di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Rongga, Bandung.

Sebenarnya sudah lama saya ke Curug ini, sekitar satu tahun yang lalu. Tapi belum sempet untuk bikin postingannya terus.

Ada 3 alternative akses jalan untuk bisa mencapai curug ini.

  1. Cimahi – Batujajar – Cililin – Sindang kerta
  2. Bandung – Kopo – Cililin – Sindang Kerta
  3. Soreang – Ciwidey – SIndang Kertacats

Saya menggunakan jalur alternative ke dua yaitu melalui Cililin.

Jadi, sesuai pengalaman saya. Tahun lalu saya pergi berdua dengan salah satu sahabat saya Ima (panggil saja Umii.red). kami berangkat sekitar pukul 11 siang, karena rencana awalnya kami tidak akan touring. Namun tiba-tiba kepikiran ke curug malela akhirnya cusss ngengggg ke TKP. Haha

Kami kira jaraknya tidak terlalu jauh, namun ternyata 3 jam belum juga sampai. Ternyata, Jarak Kopo ke Curug Malela ± 65 Km. Karena jalannya berlumpur, bebatuan besar dan jalanan yang terjal membuat perjalanan sedikit terhambat. Udah hampir nyerah, soalnya emang ribet bawa motor matic {ibuuuu beliin motor cross pelisss :(( } tapi dengan penuh perjuangan akhirnya kami berhasil sampai (aslinya udah pengen nangis. Haha )

Akses jalan menuju curug ini sangggggggaaaaaattttttt melelahkan, menguji kesabaran dan keimanan. Hahaha

Saya lupa harga tiket masuknya, kalau ga salah Cuma Rp 3.000/orang + parkir Rp 2.000/motor.

Oh iya, disini juga ada ojek loh. Tapi mahal, kalau ga salah PP sekitar Rp 50.000 satu motor.

Selepas dari Kota Kecamatan Rongga, sekitar 8 km dari lokasi curug,  Kondisi jalan berubah menjadi berbatu dengan tanjakan curam.  Memasuki Desa Cicadas, untuk menuju lokasi curug tidak ada papan penunjuk arah.

Setelah itu kalian harus banyak istigfar, karena akan melewati jalan yang tidak manusiawi (mohon maaf tidak ada fotonya, karena boro-boro mau foto jalannya, konsentrasi bawa motor aja udah pengen pingsan). Jalan rusak parah nan berlumpur ini harus kalian lewati sekitar 30 menit atau sekitar 5 Km.

Akhirnya sampai juga di parkiran ..

Eitsssss, perjuangan belum berakhir. Jalan menuju curug malela dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 1  km melalui jalan setapak membelah hutan, menyusur sawah dan beberapa turunan yang curam bahkan menyisir jurang. Dulu pas saya kesini sedang ada longsor, makin pengen pingsan aja gustiiiiiii –“

Jalan setelah parkiran

Jalan setelah parkiran

Dannnn inilah dia penampakan si Little Niagara from north Bandung. Warbyasaaaaaaaaaa ..

wrd2

Foto diambil cuma pake kamera HP😀

  

Mandiiiiii, mandiiiiiii .seger :)

Mandiiiiii, mandiiiiiii .seger🙂

 

Akhirnya kami benar-benar sampai sekitar pukul 15.20. Sudah sore memang, tapi masih ada beberapa wisatawan domestik juga. Berhubung takut kemaleman pulangnya, pukul 16.10 saya dan Umii sudah memulai perjalanan kembali ke parkiran (jalan kaki aja 25 menit gaesss, ajigileeee)

Mana pake setelan biasa, sendal crocs doang .akhirnya nyekerr mennnn .hahahahaha

si umii nyeker .haha

si umii nyeker .haha

 

kakikukakukaku

kakikukakukaku

Pas pulang, karena hayati lelah bawa motornya akhirnya saya nego dengan tukang ojek. Jadi kami berencana menyewa 1 ojek tapi 2 rider, karena yg satu kami minta membawa motor saya. Aslinyaaaa ga shangguuuupppp.

Sebelum pulang, kami dapat pujian dari tukang ojek katanya gini “neng, kuatka nekat 2 an kadieu, geus jiga wonder woman wae kade cing salamet di jalan. Kade, ulah seseurian wae neng Yuni. Mawa motorna cing baleg .hahaha” gitu senah kata mamang ojeknya :))

(artinya : neng – panggilan wanita di ranah sunda – sampai nekat begini datang hanya berdua, sudah seperti wonder woman saja hati-hati di jalannya. Awas jangan ketawa tersu neng Yuni. Bawa motornya yang benar)

Dan lagi-lagi rejeki anak soleh, saya kasih uang 50 ribu, di kembalikan 20 ribu. Harusnya kan ga ada kembalian. Kata si mangnya buat jajan permen. haha

Itulah enaknya touring, “Batur jadi Dulur”

Sekian dulu ya postingan kali ini, maaf fotonya seuprit. Soalnya cuma bawa Hp, lowbat itu juga. Hahaha

Ini Ima Rosyidah a.k.a si Umii

 Ima Rosyidah a.k.a si Umii

C360_2014-10-25-16-05-34-92

ini sayaaa

C360_2015-02-10-18-15-21-688

ini kitaaaa dengan muka lelahh

oh iya, kami nyampe rumah sekitar jam 8 malam, karena jam 6 sore baru keluar dari perkebunan teh Rongga. saran saya kalau mau kesini berangkatnya harus pagi-pagi, soalnya pas malam jalannya tidak ada penerangan sedikit pun, jalannya rusak (meskipun tidak terlalu parah) dan pinggir-pinggir jalan merupakan tebing yang cukup curam selain itu sepi banget. kendaraan yang lewat dapat terhitung jari. takutnya ada Begal .hehe

Jangan Lupa follow IG saya ya : @dwilestariyuniawati

sampai berjumpa di postingan selanjutnya .. Jazakallah 🙂

5 thoughts on “Curug Malela : Little Niagara di pelosok Jawa Barat yang membuat banyak Istigfarrrrrrr ~

  1. Wuuiddiichh kereeennn. .. ternyata ada air terjun yg bagus bnget di Bandung teh.. subhanallah..
    tapi sbg warga bandung aku baru tau dr blog ini..hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s