Pulau Peucang : Primadona Pantai Eksotis Di Ujung Kulon

 

Assalamualaikum.

Halooo sahabat super, apa kabarnya ? semoga semakin terdepan yaa .hahahaha

Banyak tempat sebenarnya yang belum saya review, biasa lah seperti di tulisan sebelumnya alasan saya belum sempet nulis lagi “dikarenakan sibuk”

Sibuk di sini maknanya luas ya, kadang “sibuk kerja”, “sibuk main”, “sibuk tidur”dan “sibuk cari jodoh” .hahahahah bercanda ihhhhh :p

Serius sibuk kerja bikin masa muda agak “kurang enjoy”, namanya juga hidup yah gaessss *kan si yuni mulai curhat lagi kannnnn*

Hahahahah, okedeh kali ini saya mau ngereview salah satu pantai eksotik yang letaknya di salah satu pulau di daerah ujung pulau jawa, tepatnya di Ujung Kulon. Seperti biasa ya, saya ingatkan lagi para “reader pemula” yang baru baca blog saya … berhubung ini kan Blog “suka-suka” saya, jadi kalau banyak foto narsisnya saya ya kalian jangan protes. hahaha

Review dimulai ..

Pulau Peucang (kalau orang sunda pasti gampang banget nyebutnya. Haha). Peucang sendiri kalau di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya Kancil. Pulau ini terletak di sebelah timur Taman Nasional Ujung Kulon. Letaknya berada di selat panaitan, Pandeglang, Banten.

Ini dia lokasi kalau di liat di gmaps.

Maps perjalanan ke barat mencari kitab suci

Minggu lalu, tepatnya tanggal 7 April 2017 saya bersama 2 teman saya “piknik” kesana. Kami daftar wisata “open trip” dari hasil rekomendasi salah satu teman. Jujur, itu pengalaman open trip pertama saya. Kala itu jumlah peserta rombongan termasuk kami bertiga yaitu 27 orang. 3 orang wisatawan asing, dan 24 orang wisatawan lokal.

Saya dan teman saya berangkat dari Bandung menggunakan travel untuk sampai Jakarta. Meeting point open trip kebetulan ada di 2 tempat, yang pertama Plaza Semanggi Jakarta dan yang ke dua di Terminal Serang Banten.

Perjalanan dari Jakarta menuju Demaga Sumur cukup jauh, kami berangkat pukul 10 malam, dan baru tiba pukul 08.15 Wib. Jadwal tersebut mundur sekitar 3 Jam dari jawal semestinya. Dikarenakan Jakarta macetnya “kebangetan” meskipun di TOL dan juga bis kami mengalami pecah ban di sekitar Pandeglang.

Setibanya di Dermaga Sumur, kami sarapan dulu dengan makanan yang telah di sediakan tour guide. Setelah sarapan, kemudian perjalanan di mulai dengan berjalan menuju tepi pantai untuk menaiki perahu kecil. Perahu tersebut hanya mengantar kami menuju Perahu yang lebih besar yang berada tak jauh dari bibir pantai.

Naik perahu udah kaya korban pengungsian 😂

Cuaca kala itu sedang kurang baik, ombak setinggi 1,5 Meter membuat perahu kami hampir oleng. Sebagian besar peserta juga banyak yang “mabuk”. Namun ketika yang lain mabuk, saya dan 2 teman saya bukannya mabuk malah asik selfie. Hahahahah kita kan setreronggggggggg 😀 *dikeplak

Penampakan orang-orang terdampar akibat mabuk laut

IMG20170408145210-1

Selfie diatas penderitaan orang-orang *dibanjurairlaut

Setelah menempuh perjalanan yang cukup menggoyang isi perut dan isi kepala, akhirnya setelah terombang-ambing di lautan gelora selama 3,5 jam akhirnya kita pun sampai. Alhamdulilaaaahhhh yaallah kita selamat *alfatihaaahhhhhhh

Gapura pulau peucang

Sampai di dermaga, saking jernihnya air laut terlihat jelas banyak ikan-ikan yang sedang sibuk renang dan diving *yakaliikanlagidiving. Haha

Dermaga pulau peucang

Kami semua langsung menuju barak yang telah di sediakan untuk tidur. Di pulau ini tidak ada penduduknya. Penduduk asli pulau ini yaaa Monyet, Babi Hutan, sama  si Rusa. Mereka berkeliaran bebas dimana-mana tapi jinak kok. Hati-hati sama si monyet, mereka suka jail. Jadi simpan baik-baik barang-barang kalian.

Keadaan pulau, banyak binatang berkeliaran bebas

Fasilitas cukup lengkap, ada mushola dan kantor bagian informasi

Barak terdiri dari 4 kamar, 2 untuk putri dan 2 untuk putra. Disini listrik hanya tersedia pukul 18.00 s/d 06.00 pagi saja. Itu pun hanya bisa untuk menyalakan pompa air dan lampu 5 watt di tiap-tiap kamar. Jangan harap bisa mencharge hp, ga akan bisa. Sinyal pun disini hanya tersedia untuk telp dan sms saja (itupun telkomsel)

Barak (tempat penginapan)

belakang barak

Setelah menaruh barang-barang pribadi, kami di ajak berlayar menyebrangi pulau sebelah yang tak jauh dari pulau peucang. Nama tempatnya yaitu Cidaon. Jarak dari pulau peucang ke sini hanya sekitar 3 km. Disini banyak terdapat Banteng liar. Oleh karena itu tidak di perbolehkan untuk melihat dari jarak dekat. Sehingga jika kalian ingin melihat para Banteng bisa menaiki manara untuk menikmati panorama dari ketinggian.

Benteng takeshi

Oh iya, Spot snorkeling disini cukup banyak, namun di karenakan cuaca yang sedang tidak terlalu bagus kami kurang mendapatkan spot snorkeling terbaik.

Air nyaaaaaa nyegerinnnnnn bangeeeettttt

Narsis setelah snorkeling sore

Di belakang pulau kita bisa tracking selama kurang lebih 2 jam untuk sampai ke karang copong. Karang Copong ini bentuknya mirip dengan karang bolong yang berada di Tanah Lot Bali. Di perjalanan menuju karang copong, kalian akan menemukan Pohon Kiara. Pohon berdimeter 30 orang ini berdiri menjulang tinggi sampai ke surga *lebaiiii .hahaha .. namun kami semua tidak bisa melihat indahnya si karang copong akibat jadwal yang molor 3 jam, sehingga tracking hanya hingga pohon kiara saja.

Pohon kiara

Yang disayangkan adalah kami tidak bisa menikmati sunset kala itu, karena sunset kebetulan berada di belakang pulau yaitu di Karang Copong tadi yang sudah saya bahas. Tapi jangan khawatir, sunrise disini menakjubkan sekali. Bisa di lihat ini hasilnya tanpa sedikitpun filter atau editan .hahaha

Sunrise di dermaga pulau peucang

Suasananya Bikin betah

Hari minggu siangnya setelah snorkeling (lagi) kami bergegas kembali ke dermaga sumur. Sebelum sampai dermaga sumur, kami menyempatkan diri bermain cano di dekat pulau Badul. Spot snorkeling di Pulau Badul jika ombak sedang tenang sangat indah (kata guidenya). Namun kami sedang tidak beruntung, kali itu ombaknya memang sedang tidak bersahabat.

Main kano di muara cigenter

Bermain kano di Muara Cigenter sangat seru. Kalau kalian kesana, seperti tempat syuting film anak conda. Sepanjang pinggir sungai di tumbuhi pohon-pohon. Tak jarang kami melihat ular yang sedang bergelantungan. Ngeriiiiiiiii

Pokoknya seru sekali trip ke Pulau ini, apalagi dapat kenalan baru orang-orang yang pada ga tau malu. Hahahaha kalian luar biasa, semoga bisa bertemu di trip selannjutnya yaaa

PhotoGrid_1492234189865

Trio manis manjaaahhhh grup .hahaha

Tips kalau mau ke Pulau Peucang :

  1. Buat kalian yang maniak gadget, persiapkan powerbank. Tapi ga ngaruh juga sih, orang disini ga ada sinyal internet. Hahahaha
  2. Buat para wanita manissss manjahhhhh, ga usah repot-repot bawa catokan atau hairdryer. Percuma gaessss percumaaaa.
  3. Bawa antimo untuk jaga-jaga, karena kalian akan terombang ambing di lautan gelora sekitar 3-4 jam. Siapain juga kantong kereseknya.
  4. Yang tukang ngemil atau yang suka ngerokok, mending persiapin stoknya. Karena disini ga ada yang jual 1 pun.
  5. Siapin kostum kece, karena yang suka narsis bagaikan syurgaaaaaa untuk berfoto-foto .hahahaha
  6. Disarankan banget untuk yang ga bisa hidup survival atau manja mending ga usah kesini. Nanti kamu malah ngerengek minta pulang 😀

Estimasi Budget :

  • Biaya Open trip                     = Rp 750.000 (include cannoeing + makan 5x)
  • Sewa alat snorkeling + Pin = Rp  70.000
  • Travel Bdg – Jkt (PP)            = Rp 200.000

Segitu dulu aja ya cerita singkatnya. Kalau mau tanya-tanya boleh kok di kolom comment atau langsung di email.

Jazakallah, sampai ketemu di next postingan yaaa 😀

Eh iyaaa IG jangan lupa di follow loh yaaa @dwilestariyuniawati

The only way to survive eternity is to be able to appreciate each moment ~ LAUREN KATE

Iklan

3 thoughts on “Pulau Peucang : Primadona Pantai Eksotis Di Ujung Kulon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s