Puasa Syawal atau Puasa Qadha Ramadhan : Manakah Yang Harus Di Dahulukan ?

Assalamualaikum 🙂 

Alhamdulilah sekarang udah bulan syawal lagi ya, sedih juga nih ninggalin bulan Ramadhan. Semoga kita semua masih di pertemukan dengan bulan Ramadhan tahun depan ya gengs . allahumaaminn 🙂

Oh iya, postingan kali ini saya mau bahas tentang “Puasa Syawal dan Puasa Qadha Ramadhan”

Kemarin banyak banget yang nanya sama saya, mana yang harus di dahulukan antara shaum syawal atau membayar puasa qadha ramadhan ? mungkin kalian para pria takkan segalau kami para wanita yang sudah pasti gagal full puasa 30 hari .hahaha

Begini, saya coba jelaskan dulu dari awal. Puasa Syawal itu merupakan puasa yang hukumnya Sunnah. Di laksanakan sebanyak 6 hari. Puasa syawal baru boleh di laksanakan pada tanggal 2 syawal yaitu sehari setelah Idul Fitri karena pada saat tanggal 1 Syawal di haramkan melakukan puasa apapun. Adapun sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164).

Naahhh, penjelasan hadist di atas maksudnya bukan berarti kamu puasa syawal 6 hari terus di beri ganjaran sama seperti puasa setahun penuh. Jadi yang di maksudkan dalam hadist tersebut seperti yang di jelaskan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Barangsiapa berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Idul Fithri, maka ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh. Karena siapa saja yang melakukan kebaikan, maka akan dibalas sepuluh kebaikan semisal.”  (HR. Ibnu Majah no. 1715. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Sementara Puasa Qadha Ramadhan itu hukumnya wajib, saya pernah dengar ceramah lupa dari ustad siapa. Beliau menjelaskan, ”Qodholah ramadhan yang menjadi kewajiban anda sebelum anda melakukan puasa sunnah. Dan jika anda melakukan puasa sunnah sebelum mengqodho ramadhan maka puasa sunnah itu dibenarkan selama waktu (mengqodho) itu masih luas (panjang). Karena qodho ramadhan bisa dilakukan hingga ramadhan berikutnya. Dan selama perkara itu masih memiliki keluasan waktu maka diperbolehkan melakukan puasa yang sunnah, seperti shalat fardhu, apabila seorang melaksanakan shalat sunnah sebelum fardhu yang masih memiliki keluasan waktunya maka hal itu diperbolehkan.

conclusion :

Menurut asumsi saya pribadi (saya hanyalah manusia yang pemahaman islamnya masih sangat dangkal) puasa syawal itu hanya dapat dilakukan di bulan syawal saja, sementara puasa qadha dapat di lakukan hingga menjelang ramadhan tahun depan.

Masalahnya umur manusia siapa yang tau, belum tentu juga tahun depan kalian masih di pertemukan oleh bulan ramadhan ?

Mungkin wanita memang lebih sulit dari pada pria, seperti saya siklus PMS yang sering maju-maju membuat sulit di prediksi. Jadi saya pribadi setelah beres 1 syawal biasanya saya langsung berniat puasa 6 hari syawal, kemudian langsung di lanjut dengan puasa qadha. Jadi puasa syawal dan qadha saya tetap di bulan yang sama yaitu di bulan syawal. Masalah saya dapat pahala atau ibadah saya di terima atau tidak, saya serahkan semua perhitungannya kepada Allah swt. yang maha adil, yang jelas dari awal niatnya lillahita’alla.

Oh iya ada juga yang nanya “boleh ga sih yuuunn, shaum 6 harinya ga berturut-turut?” kalau di beri pertanyaan seperti itu, saya belum pernah menemukan dalilnya sih. Cuma saran saya kalau memang tidak ada halangan yang “cukup berarti” puasa syawal itu baiknya memang dilakukan berturut-tutut, kecuali jika kalian sakit atau PMS ya memang jangan di paksakan.

Mungkin sekian bahasan singkat terkait “Puasa Syawal dan Puasa Qadha” dari saya. Mohon maaf sebesar-besarnya jika dalam tulisan saya kali ini banyak sekali kesalahannya. Mohon di maklumi, saya bukan tokoh agama, pengetahuan agama saya masil level 1 dari 100 .hhehe saya juga masih suka ga paham kenapa banyak yang nanya masalah agama sama saya -_-

Intinya semoga tulisan kali ini bermanfaat yaaa, jarang-jarang kan saya bisa nulis penuh “keseriusan” kaya gini .hahahaha yukkk belajar terus jadi pribadi yang lebih baik  😀

Mumpung masih edisi lebaran, saya mengucapkan minal aidin wal faidzin yaa. Jazakumullah khairan katsiran 🙂

BeautyPlus_20170711214516_save

 Jangan pernah ragu dan rugi melakukan hal baik,  terutama jika niatnya lillahita’alla. Karena sesuai janji Allah,  hal sekecil apapun pasti ada ganjarannya ~ dwilestariyuniawati

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s